REVIEW FILM PAST LIVES (2023)

 Review Film Past Lives (2023).

"Sebuah film yang sangat manis dari Celine Song", mungkin adalah ungkapan yang tepat untuk mendeskripsikan film Past Lives (2023) dalam satu kalimat. Past Lives adalah film drama romance yang berlatar di dua negara, yaitu Korea Selatan dan Amerika. Film yang mendapat dua nominasi Oscar pada tahun 2024 ini bercerita tentang Nora dan Hae Sung, sepasang kekasih masa kecil yang terpisah jarak ketika keluarga Nora pindah dari Korea Selatan ke Amerika untuk menjalani kehidupan yang lebih baik. 20 tahun kemudian mereka kembali bertemu dalam situasi berbeda yang romantis dan penuh nostalgia.

Sejak adegan awal yang ditampilkan, film Past Lives mampu memberikan sebuah hook kepada penonton mengenai sebuah kerumitan hubungan tiga orang yang akan menjadi kunci cerita dari film ini. Setelahnya, cerita dibagi menjadi tiga masa di mana masing-masing menceritakan hubungan intens antara Nora dan Hae Sung. Bukan hanya kisah romantis antar manusia yang terpisah di dua negara, Past Lives memberi kita suntikan mengenai salah satu filosofi atau kepercayaan Buddhist Korea Selatan yaitu "In-Yun". In-Yun di sini bukan sekedar topik obrolan yang keluar dari dialog saja, melainkan menjadi gambaran bagaimana tiap-tiap peristiwa dalam cerita ini terjadi dan mengikat antar tokoh dan penonton yang menyaksikan hubungan mereka.

Dari segi eksekusi, banyak sekali gambar yang menampilkan dua jenis komposisi yang hadir secara konsisten dan mewakili sisi emosional dari tokoh Nora, Hae Sung, maupun Arthur di film Past Lives. Dua komposisi tersebut adalah negative space dan frame within a frame yang membingkai adegan-adegan yang ada. Komposisi ini bukan hanya sekedar cara untuk mempercantik gambar. Negative space memberikan rasa terpisah dan terisolasinya masing-masing tokoh dari tokoh lain maupun dunianya, sementara frame within a frame mempertegas bagaimana tokoh terjebak dalam sebuah sensasi terkurung dan tak bisa keluar dari perasaan yang sama di sepanjang momen.

Yang tak kalah menarik dari film ini adalah penampilan perbedaan scenery dari masing-masing tempat yang disinggahi Nora maupun Hae Sung. Baik penggambaran Korea Selatan maupun Amerika sangat kontras dan memberi kesan perbedaan serta jarak yang signifikan yang memisahkan keduanya. Hal ini ditunjang dengan unsur budaya yang ditampilkan melalui dialog maupun cara hidup yang dijalani kedua tokoh pada film ini. Past Lives bukan hanya sekedar judul, melainkan representasi dari film itu sendiri. Di mana masa lalu akan selalu terikat dengan masa kini dan masa depan, bukan hanya di satu kehidupan, melainkan jadi sebuah keberlanjutan yang takkan pernah usai.

Sisi romantis dari film ini bukanlah dari dialog-dialog gombal yang dilontarkan kedua pasangan yang jatuh cinta maupun pernah jatuh cinta di masa lalu. Melainkan bagaimana keduanya menyikapi bahwa mereka saling terikat satu sama lain melalui "In-Yun" atau takdir yang berkesinambungan dari masa ke masa. Walaupun keduanya tidak ditakdirkan menjadi pasangan di waktu sekarang, tapi Nora dan Hae Sun sama-sama menerima cerita yang terjadi di kehidupan ini dan menghargai masa lalu mereka yang pernah terjadi. Usaha keduanya untuk saling terkoneksi satu sama lain sepanjang film dan bagaimana reaksi mereka setelah bertemu adalah core dari tingkat romantis yang paling tinggi yang dapat ditemui di film Pas Lives.

Bagi gua, film Past Lives mampu mendeliver rasa percaya akan cinta dan keteguhan hati dari manusia. Melalui cinta yang pernah ada, masih ada, ataupun akan tetap ada, film ini mengajak penonton untuk menikmati waktu-waktu dari bagian hidup yang sedang jatuh cinta. Celine Song menuntun kita untuk sadar akan In-Yun dari masing-masing manusia dan memberinya senyuman manis yang berharga. Meskipun tak berakhir sesuai dengan ekspektasi umum pada cerita-cerita maupun berbagai film romance, Past Lives menutup durasi dengan cara mengikhlaskan apa yang telah terjadi melalui kepulangan dan kepergian. Sungguh indah sekaligus pilu yang terasa hangat.

Terima kasih telah membaca review ini, jangan lupa follow Instagram gua @im.amru dan subscribe channel Youtube gua Daffa Amrullah.

Comments