REVIEW FILM INCENDIES (2010)

 REVIEW FILM INCENDIES (2010)

Kita tahu Denis Villeneuve dari beberapa film-filmnya yang terkenal seperti Dune, Sicario, Blade Runner 2049, dan Prisoners. Tapi apakah kalian pernah menonton filmnya yang berjudul Incendies? kalau kalian belum pernah menontonnya, silahkan ditonton. Ini merupakan kali kedua gua menyaksikan film ini, setelah terakhir kalinya pada saat masih duduk di bangku kuliah sekitar tahun 2019 atau 2020. Film ini merupakan salah satu karya Denis Villeneuve yang terbaik (Btw dia tidak pernah membuat film yang jelek wkwk). 

Incendies bercerita tentang dua orang kakak beradik yang harus menelusuri masa lalu mendiang ibunya demi menuntaskan wasiat kematian yang membawa mereka kepada fakta-fakta mencengangkan terkait rahasia kelam yang terkubur rapat. Film yang diadaptasi dari pementasan drama ini berlatar pada masa perang sipil Lebanon hingga 2009, dan menampilkan berbagai peristiwa-peristiwa hidup seorang Nawal Marwan. Dengan alur maju mundur penonton akan diperlihatkan dua sisi cerita yang mengisi kekosongan dan teka-teki film ini. Sebenarnya film ini berkisah mengenai "keluarga", namun balutannya begitu menyeramkan dan traumatis.

Ada banyak aspek yang membuat film Incendies begitu mempesona menurut gua. Pertama adalah segi cerita, dimana penonton akan diajak untuk bergerak menelusuri banyaknya trauma dan luka yang dialami sosok Nawal Marwan. Selain itu kegigihan Jeanne Marwan untuk mencari kebenaran akan sosok ibunya inilah yang terus menerus membuat penonton terpana ketika satu persatu fakta dikuliti dengan sangat epik hingga film ini selesai. Segmen-segmen cerita yang disusun secara acak perlahan akan tersambung mengikuti benang merah yang telah disambungkan ke titik-titik pentingnya.

Selanjutnya adalah tema besar film ini, yaitu kekerasan. Film ini penuh dengan konflik baik dari cerita ataupun background ceritanya. Perang sipil yang didasari konflik agama dan politik menuntun kita untuk merasakan bagaimana kebencian dan kekacauan melanda negara-negara Timur Tengah pada masa itu. Sehingga sosok Nawal Marwan menjadi korban yang harus merasakan kepahitan hidup yang bertubi-tubi. 

Meski rasanya berbeda dari kebanyakan film-film Denis Villeneuve yang teranyar dari segi sinematografi. Namun, ia tetap memiliki karakteristik dalam menonjolkan suatu hal yang ingin disampaikan. Melalui close up, yang tak hanya menampilkan detail, film ini mampu membuka fakta. Sebaliknya, dengan long shot, film ini justru bisa memunculkan trauma. 

Dekupase pada film Incendies juga menarik untuk diulik. Dimana terkadang film ini tidak menampilkan kejadian secara eksplisit dan mendetail. Sementara kejadian lainnya dipertontonkan secara lebih lama untuk menghadirkan kengerian yang lebih besar. Salah satunya adalah adegan kebakaran yang sangat ikonik di film ini.

Tak mau terlalu banyak berkomentar, sepertinya kalian harus menonton film ini sendiri. Bagi gua yang harus menonton film ini dua kali untuk benar-benar menimbulkan impresi yang melekat di otak, Incendies adalah film keren yang underrated. Sebuah karya yang fenomenal, cerdas, dan memukau. Film ini bercerita mengenai keluarga, manusia, benci, trauma, cinta, kekerasan, dan banyak hal yang diramu menjadi satu dan bikin gua insomnia selama satu malam.

Terima kasih telah membaca review ini. Jangan lupa follow instagram gua @im.amru dan subscribe channel Youtube gua Daffa Amrullah.

Comments