JENIS-JENIS TOKOH PADA FILM
Film adalah cerita yang dituturkan kepada penonton melalui serangkaian gambar yang bergerak. Di dalam film terdapat berbagai macam tokoh/karakter yang dapat kita temui, mulai dari yang simple hingga kompleks. Terkadang kita akan merasakan kesulitan dalam mengidentifikasikan tokoh yang ada ataupun merasa terkejut terhadap perubahan karakter yang terjadi secara tiba-tiba, bahkan terhibur akan kehadiran tokoh-tokoh tertentu yang menurut kita lucu. Berikut adalah kategorisasi tokoh/karakter pada film.
Kategori Primer
Terdapat empat klasifikasi tokoh pada kategori primer. Pada
kategori ini kita dapat menemukan tokoh protagonis, antagonis, romance, dan
refleksi.
1. Tokoh Protagonis.
Tokoh protagonis adalah tokoh utama dalam sebuah film. Tokoh protagonis berfungsi untuk menggerakkan cerita, mengidentifikasi penonton sehingga relatable dan menaruh simpati kepadanya, dan tentunya memiliki tujuan utama yang akan dicapai pada film tersebut. Perlu diingat bahwa tidak selamanya tokoh protagonis hanya berupa satu orang, ataupun tokoh protagonis merupakan orang baik, bisa jadi ia adalah seorang perampok bank, pembunuh bayaran, atau psikopat sekalipun. Contoh protagonis yang berjumlah lebih dari satu orang adalah The Avengers (2012), semua anggota Avengers disini adalah protagonis yang memiliki tujuan sama, yaitu menyelamatkan dunia. Sedangkan film dengan protagonis orang jahat adalah Joker (2019), dimana pada film tersebut, tokoh protagonisnya adalah Arthur Fleck, seorang komedian gagal yang dihancurkan secara mental oleh masyarakat, ia akhirnya bertransormasi menjadi criminal mastermind yang membuat kekacauan besar-besaran di kota Gotham.
2. Tokoh Antagonis
Tokoh antagonis merupakan tokoh yang memiliki peran aktif dalam menghambat tujuan dari protagonis. Biasanya tujuannya tidak diperlihatkan secara spesifik dan tidak pula dibangun simpati kepada penontonnya terhadap tokoh antagonis. Contoh tokoh antagonis yang paling populer adalah Darth Vader pada saga Star Wars, Thanos di Avengers : Endgame (2019), dan Joker pada film The Dark Knight (2008), disini sangat jelas bahwa Thanos berencana untuk menggagalkan Avengers dalam mengembalikan separuh populasi makhluk di alam semesta serta menginvasi bumi, dan Joker selalu menggagalkan Batman dalam menciptakan kedamaian di kota Gotham.
3. Tokoh Romance
Apabila kalian menonton film, biasanya kalian melihat si protagonis
memiliki seseorang yang dicintai dalam kehidupannya, nah itulah yang disebut
tokoh romance. Tokoh romance merupakan tokoh yang dicintai protagonis secara
seksual. Biasanya tokoh romance berada di luar plot utama atau sebagai sub
plot. Tokoh romance tidak harus lawan jenis, bisa jadi sesama jenis.
Terdapat pengecualian tokoh romance pada film romance. Pada
film romance, tujuan utama dari sepasang kekasih adalah bersatu, maka itu telah
menjadi plot utama film tersebut, sedangkan tokoh romance hanyalah subplot pada
film-film bergenre lain yang berfungsi sebagai sampingan. Kita bisa mengambil
contoh tokoh romance dalam karakter Ginny Weasley pada film Harry Potter and The Deathly Hallows Part 2
(2011), dan Katara dalam Avatar : The Last Airbender (2005-2008).
4. Tokoh Refleksi
Tokoh refleksi memiliki peran sebagai pendamping protagonis
yang mampu merefleksikan pemikiran, perasaan, dan keinginan protagonis. Bentuk
dari tokoh refleksi bermacam-macam, bisa jadi seorang ibu, guru, sahabat, dan
lain-lain.
Contoh tokoh refleksi adalah Profesor Charles Xavier pada
film Logan (2017).
Kategori Sekunder
Terdapat tiga klasifikasi tokoh pada kategori sekunder,
yaitu Tokoh yang mampu mengkarakterisasi tokoh utama, penambah realitas, dan
penambah dimensi film.
1. Tokoh yang mampu mengkarakterisasi tokoh utama
Pada berbagai film biasanya kita dapat menemukan situasi dimana tokoh utama dapat diperkenalkan melalui tingkah laku, gerak-gerik, atau pembicaraan orang lain mengenai tokoh tersebut. Nah itulah pengkarakterisasi tokoh utama. Pada film The Great Gatsby (2013) Tedy Barton dan orang-orang yang berpesta di rumah Gatsby memberi tahu kepada Nick bahwa tidak seorangpun pernah bertemu dengan Gatsby, mereka memberikan perincian bahwa Gatsby adalah seorang pembunuh, mantan militer, keturunan Kaiser Wilhelm, Sang Pangeran dan sebagainya sehingga Nick berusaha memikirkan siapa Gatsby sebenarnya.
2. Penambah Realitas
Di dalam film, kita dapat menemukan si tokoh utama berada
pada tempat dan situasi tertentu, pada saat itulah tokoh penambah realitas
diperlukan agar memberikan rasa hidup pada film tersebut. Tokoh tersebut dapat
menyesuaikan dengan keadaan. Pada film Inglourious Basterds (2009) kita dapat
mengambil contoh saat pemutaran film Fredrick Zoller tamu-tamu berdatangan
untuk memenuhi bioskop milik Shosanna sehingga menambahkan kesan ramai pada
saat itu karena merupakan acara meriah yang bahkan didatangi juga oleh Adolf
Hitler.
3. Penambah Dimensi Film
Tokoh penambah dimensi film berfungsi memberikan warna keceriaan pada film tersebut. Contohnya adalah Benji Dunn pada film Mission Impossible : Ghost Protocol (2011). Saat di Kremlin, Benji Dunn selalu mengikuti misi Bersama Ethan Hunt dan selalu membawa suasana menjadi cair di tengah ketegangan dengan cara tingkahnya yang unik ataupun perilakunya.
Kategori Tematik
Terdapat dua klasifikasi untuk Kategori Tematik, yaitu Tokoh
penyeimbang dan Tokoh Point of View penonton.
1. Tokoh Penyeimbang
Tokoh ini berfungsi sebagai penengah atau penyeimbang pada
film-film yang mengangkat isu sensitif. Contohnya adalah tokoh Bass pada film
12 Years a Slave (2013). Bass adalah satu-satunya orang kulit putih yang
menolak perbudakan dan bersimpati terhadap Solomon Northup, ia mendengarkan
keluh kesah Solomon serta bersikap baik kepadanya, Bass juga bersedia membantunya dalam mengirimkan surat kepada kerabatnya sehingga Northup kembali mendapatkan kemerdekaannya dan bebas dari perbudakan di perkebunan kapas milik Master Epps.
2. Tokoh Point of View Penonton
Tokoh ini berfungsi mewakili pikiran jernih penonton pada film-film yang bersifat irasional yang mengangkat topik-topik tentang hantu, sihir, alien, monster dan hal-hal yang tidak masuk akal lainnya. Biasanya ia tidak akan percaya terhadap hal-hal irasional tersebut layaknya manusia normal. Contohnya adalah Stephen Strange pada film Doctor Strange (2016). Strange adalah dokter bedah yang tidak mempercayai takhayul dalam medis sampai akhirnya kecelakaan menimpanya dan medis modern tidak dapat membantunya. Ia diberitahu oleh mantan pasiennya bahwa ada pengobatan alternative di Kamar Taj. Bahkan sampai bertemu dengan The Ancient One ia masih menentang segala bentuk hal magis, ia akhirnya percaya hal tersebut setelah rohnya dipukul oleh Ancient One melintasi alam semesta.
Itulah berbagai macam kategorisasi tokoh pada film yang
ternyata lumayan banyak dan kompleks. Perlunya pemahaman mengenai tokoh-tokoh
tersebut memberikan manfaat dalam mengidentifikasi tokoh yang ingin di buat
pada penulisan skenario dan pembuatan film, serta memudahkan penonton dalam mengkategorisasi banyaknya tokoh yang terdapat pada sebuah film dan memahami ciri khas setiap tokohnya.
Terima kasih telah membaca artikel JENIS-JENIS TOKOH PADA FILM di blog ini, kritik, saran, dan diskusi tentunya akan gua terima secara terbuka. Jangan lupa bagikan artikel ini kepada orang-orang di sosial media anda. Mari kita tingkatkan kesadaran dan budaya membaca masyarakat Indonesia serta memberikan fasilitas diskusi bagi topik pembahasan dunia film di negeri ini.
Enjoy.
Comments
Post a Comment